Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 01

Foto Bersama dalam Pernikahan Anita dan Triyono

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 02

Temanten Putri Lenggah Ing Sasana Pinajang

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 03

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 04

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 05

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 06

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 07

Foto Bersama Temanten

Sunday, August 9, 2015

Resepsi Pernikahan Triyono dan Siti Wasianti, Krajan Gasang, Tulakan Bersama Yussie Weeding Organizer

Purna makarya sareng Yussie Weeding Organizer dalam pernikahan Triyono dan Siti Wasianti, Krajan Gasang, Tulakan, Pacitan. Kasengkuyung kaliyan AZZURI Elektone Sidomulyo, Kebonagung Pacitan kalian MC Kang Munaji sing akrab dipanggil Mumun. Uga disengkuyung kadang soundsystem SMC ( Sukur Muni Community), sing Mak Nyeesss tenan bro, operator mas Bongkring!!!

Temanten kakung Ingkang Asma Triana menika Putra saking Bapak  Tulaji, ibu Sumarti engkang pidalem wonten Singkil, Gasang Tulakan. Ewodene temantene putri ingkang sesilih Siti Wasianti menika atmaja putri saking bapak Hasyim sarimbit ibu Saji.
































Monday, August 3, 2015

Upacara Panggih Temanaten dan Ular-ular (Sabdatama) - Pernikahan Ahmad Irhamni & Lilik Hanifah


Tanggal, 03 Agustus 2015 merupakan kali pertama saya menjadi MC Pernikahan di wilayah kecamatan Arjosari, tepatnya di dusun Kulak, Tremas, Arjosari Pacitan, Jawa Timur, bersama Bunglon Production, Ploso Pacitan.  Dusun kulak ini merupakan wilayah Pondok Pesantren Tremas, dan PONPES Kikil Arjosari, sudah barang tentu masyarakatnya agamis.

Resepsi kali ini merupakan Walimah pernikahan Ahmad Irhamni & Lilik Hanifah seorang santri di salah satu pondok pesantren setempat. Sebenarnya pernikahan mereka sudah berlangsung bulan  lalu, namun baru kali ini berkesempatan mengundang warga untuk walimah dan Resepsi.

Lilik Hanifah merupakan putri dari tokoh masyarakat yang bernama H. Imam Soleh dan ibunya bernama Siti Khamnah. Sedangkan Ahmad Irhami adalah Putra dari Almarhum Ginen dan Tunjiah, dia seorang yatim piatu yang dari kecil diasuh dalam lingkungan pondok pesantren, sekaligus murid dari Ustadz Suharto dari Desa Jatimalang, Arjosari.

Dalam upadara pernikahan ini, berhubung orang tuanya sudah meninggal dunia, maka Ahmad Irhamni diapit oleh Paman dan bibinya yang bernama Tugimin dan Susanti. Sedangkan Lilik Hanifah diapit oleh ibunya dan ayahnya sendiri, yatiu Siti Khamnah dan H. Imam Sholeh.

Kalau prosesi pernikahan, mulai keluarnya Temanten Putri sampai prosesi Sungkeman di iringi dengan gending-gending jawa, kalau dalam pernikahan Ahmad Irhamni & Lilik Hanifah agak berbeda, dan ada vareasi secara islami. Prosesi semacam ini sebenarnya sudah sering diterapkan diwilayah yang kental agamanya, seperti di Jombang, Jawa Timur dan kota-kota lainya.

Teknis perpaduanya seperti ini, ketika temanten putri keluar dari panti busana(tempat rias) tetap diiringi dengan gending, misalnya Puspa Warna atau sekar teja. Kemudian saat temu (panggih temanten) diiringi sholawat sampai kedua temanten dibawa duduk ke pelaminan. Setelah itu kembali menggunakan iringan gendhing jawa, disini saya pilih Mugi Rahayu.

Setelah semuanya selesai, acara dilanjudkan dengan Walimatul Ursy, yang biasanya terdiri dari atur pasrah temanten kakung, atur panampi dan doa. Kalau di lokasi yang kental Agamanya, ditambah Sabdatama atau ular-ular dalam bentuk pengajian.