Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 01

Foto Bersama dalam Pernikahan Anita dan Triyono

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 02

Temanten Putri Lenggah Ing Sasana Pinajang

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 03

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 04

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 05

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 06

Foto Bersama Temanten

Dokumentasi Pernikahan Adat Jawa 07

Foto Bersama Temanten

Sunday, June 28, 2015

Wayang Kulit _Putro Panebus Dosa_Dalang AANG WIYATMOKO S Sn

Wayang merupakan sarana belajar kebudayaan Jawa. Dalam acara wayang, terdapat nilai pendidikan yang sangat berarti. Oleh karena itu jika kita ingin belajar tentang arti sebuah kehidupan, salah satunya kita bisa belajar dari cerita wayang kulit.



 Salah satu Putra Pacitan sebagai dalang yang tidak kalah dengan Dalang-daling dari Jawa Tengah adalah AANG Wiyatmoko. Berikut cuplikan dalam pakeliran :



Friday, June 26, 2015

Memberi Tanda Pada Sendok Makan


Dalam kehidupan ini memang banyak cara yang dilakukan  untuk mengais rejeki, agar dapat bertahan hidup, serta memberikan kesejahteraan keluarga, salah satunya yang dilakukan oleh bapak ini. Keseharianya keliling desa ke desa untuk menawarkan jasa, memberikan tanda untuk perabot rumahtangga. 

Jasa yang diberikan salah satunya adalah memberikan tanda nama atau inisial di sendok. Selain itu juga melayani pemberian tanda untuk piring dan perabot rumahtangga lainnya. Dari pekerjaan ini, dia mampu menghidupi keluarganya layaknya para tetangga yang bekerja sebagai perantau di luar kota.

Saat saya tanya, kenapa memilih pekerjaan ini, dia menjawab jika inilah salah satu keahlian yang dimiliki. Pekerjaan ini sudah digelutinya sejak lama, dengan cara keliling kampun menawarkan jasa. Selain melayani pemberian tanda pada perabot rumahtangga, bapak paruh baya ini juga bisa memmerbaiki payung, serta sol sandal/sepatu.

Sederhana memang apa yang dia lakukan, namun penghasilan yang diperoleh juga lumayan. Dalam sehari dia mampu menghasilkan uang antara Rp.50rb sampai ratusan ribu. Kesimpulanya, apapun pekerjaan dan keahlian yang anda miliki, jika bersungguh-sungguh makan akan membuahkan hasil juga.

 Jangan Lupa share ya, agar menjadi inspirasi buat saudara-saudara yang lain.....


Perjalanan Safari Ramadhan Ke Desa Gunuungrejo Sudimoro

Pengalaman perjalanan panjang yang melelahkan melewati jalan terjal menuju lokasi Safari Ramadhan Bupati Pacitan Indartato beserta rombongan yang bertempat di Masjid An-Nur Dusun Krajan, Desa Gunungrejo Kecamatan Sudimoro Pacitan. Berangkat mulai jam 14.00WIB dari Studio Radio Suara Pacitan Melewati jalur Lintas Selatan.

Dari awal memang sudah ada gambaran tentang perjalanan yang akan dilalui, berdasarkan informasi dari teman-teman. Jika akses menuju lokasi tersebut bakal memakan waktu yang agak lama. Maka dari itu rombongan tim siaran langsung berangkat lebih awal.

Setelah melewati Pantai Soge, perjalanan masih enjoy sambil mendengarkan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Suara Pacitan. Disisi lain, akses jalan memang masih lumayan mulus. Namun setelah memasuki wilayah sudimoro menuju lokasi, sudah terlihat tanda-tanda bahwa jalan yang akan dilalui lumayan berat. Ternyata betul, memang banyak jalan yang rusak sekitar 5 KM lebih.

Meskipun melalui jalan yang sudah tidak layak, namun kami berusaha menghibur diri dengan cara membuat video amatir sebagai dokumentasi perjalanan. Video diambil dengan sebuah kamera vga dari HP jadul saya yang sudah setia menemani beberapa tahun terakhir. Nah anda penasaran kan dengan perjalanan kami...???

Saturday, May 23, 2015

Tanggap Wacana Pasrah Panampi dalam Resepsi Pernikahan


Dalam rangkaian acara pernikahan di desa biasanya ada sesi pasrah panampi. Disini pihak mempelai laki-laki memasrahkan putranya kepada keluarga mempelai putri yang disertai dengan penyerahan tali asih, kemudian diterima oleh wakil dari keluarga mempelai putri. Berikut diantara contoh pasrah;
Assalamu alaikum wa rahmatullah.

Kula nuwun,
Kaparenga kula matur dumateng panjenenganipun Bapak ……………….. ingkang jumeneng sumulih sarira penjenenganipun Bapak/ Ibu ……………….. dene sowan kula wonten ngarsa panjenengan dhapur minangka utusan sinaraya dening Bapak/ Ibu ……………………… sagotrah.
Langkung rumiyin kula hangaturaken kasugengan, katentreman, kabagyan miwah pepajaring Gusti Ingkang Maha Agung mugi tansah kajiwa lan kasarira ing panjenengan lan kula waradin sagung dumadi.
Dene awit saking sih kadarman miwah palimirmaning Gusti Ingkang Maha Welas lan Asih, anggen kula sak pangombyong ngirid lampahing (calon) temanten Kakung wiwit saking griya ……….. ngantos dumugi ing sasana Pawiwahan ngriki pinaringan rahayu kalis ing sambekala lan rubeda.

Ingkang angka sepisan.
Panjeneganipun Bapak/ Ibu ……………………… ngaturaken kawilujenganipun mugi katur ing ngarsanipun Bapak ………………… sakbrayat.

Kaping kalihipun.
Mboten kesupen panjenenganipun Bapak/ Ibu ………………….. ngaturaken salam taklim (sembah sungkem/ bekti) konjuk ngarsanipun Bapak …………………. sekaliyan garwa.

Jangkep ingkang kaping tiganipun.
Hanetepi rerantaman ingkang sampun karembag dening para-para ingkang samya amamangun bebesanan, sowan kula ing ngriki kinen anggandhek (calon) temanten kakung ingkang peparab bagus ……………….. ingkang badhe kadhaupaken (kaijabaken) kaliyan atmaja putrinipun Bapak/ Ibu ……………….. ingkang asesilih kusumaning ayu Dyah …………………..
Ingkang punika mbok bilih samudayanipun sampun jangkep ing reh tata rakiting upacara, kula sumanggakaken anggenipun badhe enggal anindakaken tumapaking adicara kasebat.
Mawantu-wantu panyuwunipun Bapak/ Ibu …………………. sabrayat, kapareng handerek memuji ing Ngarsa Dalem Gusti, mugi tumapaking adicara dhauping (ijabing) temanten sarimbit tansah ingayoman dening Pangeran Ingkang Maha Asih, wintu ing karahayon uwal saking sakathahing reribet.
Ing wasana, kirang trapsila pisowan kula sumrambah para kadang waris pangayabing Temanten kakung, punapa dene kithal kuciwaning atur ingkang boten nuju prana, labet kula inggih namung titah sawantah ingkang boten saged uwal saking sakathahing dosa miwah kalepatan, kanthi andhap asoring manah kaparengna anyadhong lumunturing sih pangaksami.

Assalamu alaikum wa rahmatullah.

Pernikahan Rengga Dan Wahyu

Pernikahan merupakan sebuah upacara pengikatan janji untuk hidup bersama yang dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan berdasar norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu.

Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Syarat pernikahan Diantaranya :

Berdasarkan Pasal 6 UU No. 1/1974 tentang perkawinan, syarat melangsungkan perkawinan adalah hal-hal yang harus dipenuhi jika akan melangsungkan sebuah perkawinan. Syarat-syarat tersebut yaitu:

    Ada persetujuan dari kedua belah pihak.
    Untuk yang belum berumur 21 tahun, harus mendapat izin dari kedua orang tua. Atau jika salah seorang dari kedua orang tua telah meninggal atau tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin dapat diperoleh dari orang tua yang masih hidup atau orang tua yang mampu menyatakan kehendaknya.
    Bila orang tua telah meninggal dunia atau tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin diperoleh dari wali, orang yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke atas.

Bagi yang beragama Islam, dalam perkawinan harus ada (Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam (KHI):

    Calon istri
    Calon suami
    Wali nikah
    Dua orang saksi
    Ijab dan kabul

Namun ada satu hal yang harus diperhatikan jika seseorang hendak menikah, Pertama adalah kesiapan dan kematangan diri. Kesiapan yang meliputi kematangan mental dan finansial, meskipun tidak mutlak. Selanjutnya adalah umur, jangan terlalu muda dan terlalu lanjut. Tentu jika terlalu muda, secara mental belum matang, jika Terlalu tua maka akan berhubungan dengan keturunan.